Posts

Sajak: Konspirasi Neurokimia

Image
konspirasi neurokimia /1/ norepinefrin; pada september yang enggan ceria, kucam pualam menuntun pantofel klimis yang jatuh dari firdaus, terbenam dalam pengap ruang akademisi, melangkah tegap melendeh bangku penjuru belakang, menyublim dalam “srimenanti” joko pinurbo, staphylococcus aureus menyingkir ngeri mencerup handsanitizer 70% jemarinya, “bilamana kau menjemput bulanmu, pungguk malang?“ sejawat flamboyan di sisinya terkikik berseloroh, “sampai masanya napas kami melebur di tanur yang memberangus keciak mulutmu” bisik lelaki itu tenang, tetiba rektus eksternal matanya berkelit dari aksara, menangkap basah aku yang buru-buru menjampi istilah anatomi jahanam, sebab tiga ratus detik ke depan akan diada-adakan pre-test, “fight or flight!” kurir pesan otak bergegas sprint di serabut praganglion pendek, tersirap darah, diaforesis dan palpitasi bergumul maut membuat mulas bak osce hari pertama. /2/ dopamin; pada november lautan api, kawan-kawan menuduhku mengisap kokain, ibu kos mengirak...

Suatu Hari di Kafe

Lebih tepatnya diberi judul " kapok " wkwk. Sepertinya saya tidak bisa berteman dengan tempat tongkrongan  ala-ala  tersebut, meski banyak anak muda yang menggandrunginya. Mendengar harga yang ditawarkan saja sudah membuat tidak berselera, apalagi jika menu yang disuguhkan tidak menarik minat. Pernah mencoba, dan sedikit terkejut ketika si mbak  waitress  menentukan minimal  order– yang akan semakin berlipat jumlahnya saat  weekend  tiba .  Tatkala mengetahui berapa lembar yang harus dirogoh dari kocek, diri ini terkejut untuk kedua kalinya. "Huhu itu jatah makanku selama lima kali," Tangis saya–tentunya dalam hati wkwk. Sebenarnya, mungkin bagi banyak orang harganya relatif tidak mahal, "Rata-rata memang segitu," Ujar teman saya. "Tidak bisakah mematok harga yang lebih wajar bagi anak indekos?"  Lucu, ketika melihat menu yang ditulis dalam bahasa inggris, saya memutuskan memilih  rice+sausage+scrambled egg+blackpepper sa...

Sebuah Pengingat

Signs of Someone Who Fears Allah Do we have that fear in our heart ? A person who is afraid, can be seen from his eyes, He doesn't want to see something that is forbidden by Allah. A person who is afraid, can be seen by their clothes, He tries to wear something that is pleasing to Allah. A person who is afraid, can be seen from their sincerity in doing good deeds, He keeps his prayers, he keeps the commandments of Allah, he stays away from prohibited things, That is someone who fears Him. A person who is afraid, can be seen from their behavior, He doesn't want to say except what pleases Allah, He doesn't want to see except what pleases Allah. He who fears Allah, he will be a person who is strong and steadfast in his life. A worker who fears Allah, he will not waste his work, he tries to work professionally. Because on the Day of Judgment, there will punishments, Everything will be asked by Allah. - Ustaz Badrusalam, Lc.

Tetaplah Belajar

Image
Lifelong Learners Why do we need to learning? Belajar menjadi hal yang tidak menyenangkan karena kita tidak mengetahui mengapa harus belajar.      Be-la-jar. Ketika aku sebut tiga suku kata itu, apa yang ada di benak kalian? Sepet-sumpek-bosen-ngantuk. Baru baca berapa lembar kertas bawaannya pengen horizontal body battery saving-mode , giliran scroll sosmed jalan terus. Buat ngumpulin niat aja rasanya beraat banget. It's okay , terutama buat kelas tingkat akhir yang mau ujian ya /curhat mbak?/ Serasa di dalam hidup itu isinya cuma belajar, belajar, belajar. Loh, bukankah memang harusnya begitu?    Kata guruku, pelajar sekarang banyak yang mengidap Measles rubella – Media Sosial Tak Pernah Males dan Rugi Belajar Lama wkwk. Banyak orang yang ngeluh, "Belajar buat apaan si? Penting po? Males ah baca buku tebel-tebel," dsb, dsb.     Menurutku, belajar itu suatu kebutuhan manusia. Kok bisa? Iyalah, ngapain kita hidup kalo nggak buat...